Kita sebagai santri harus bisa meneladani jejak beliau dalam memperjuangkan nilai-nilai keislaman, dan sebagai santri kita juga harus bisa meneruskan jejak beliau.
PAMEKASAN – Museum Syaikhona Muhammad Kholil bin Abdul Latif Bangkalan menggelar roadshow yang ditempatkan di Pondok Pesantren Al Falah Sumber Gayam, Kadur, pada Kamis (29/10/2026) di Aula MA Al Falah Putra.
Acara tersebut dihadiri oleh seluruh santri putra Al Falah serta perwakilan guru dari setiap lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Al Falah Sumber Gayam.
Kepala Madrasah Salafiyah Al Falah (MSA), Ustaz Moh. Wafiq, S.Pd.I., dalam sambutannya mengatakan bahwa santri harus mampu meneladani Syaikhona Kholil.
"Kita sebagai santri harus bisa meneladani jejak beliau dalam memperjuangkan nilai-nilai keislaman, dan sebagai santri kita juga harus bisa meneruskan jejak beliau," ujarnya.
Acara dilanjutkan dengan sesi materi.
Gus Alan Su'ud Ma'adi, S.Pd.I., M.Sy.Ec., sebagai pemateri pertama menyampaikan tentang pencapaian dan peninggalan-peninggalan Syaikhona Muhammad Kholil Abdul Latif yang terdokumentasi dengan rapi di Museum Syaikhona Muhammad Kholil Abdul Latif.
Dilanjutkan dengan pemateri kedua, Neng Zulaikha Abdullah Khan, yang menyampaikan tentang amalan-amalan Syaikhona Muhammad Kholil Abdul Latif yang patut ditiru dan diteladani, mulai dari mendoakan keluarga, mengajar putra-putrinya, hingga bacaan dan selawat yang gemar dibaca oleh beliau.
Materi terakhir disampaikan oleh Syaiful Bahri tentang pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) di zaman sekarang bagi pelajar dan santri yang sangat membantu dalam memahami pelajaran yang sulit serta menyebarkan syiar dan dakwah Islam.
Selanjutnya, acara diisi dengan sesi tanya jawab dan ditutup dengan doa bersama.