Seluruh rutinitas ibadah, kedisiplinan, dan kebiasaan positif yang telah ditanamkan selama tinggal di pesantren juga harus tetap dijalankan secara istiqomah ketika berada di rumah.
PAMEKASAN — Pondok Pesantren Putri Al Falah Sumber Gayam menggembleng keterampilan public speaking dan tata kelola acara santri melalui kegiatan khitobah syahriah (pidato bulanan) di kompleks pesantren putri. Agenda rutin ini diselenggarakan pada momentum peringatan hari besar Islam, seperti Maulid Nabi, Isra Mikraj, dan Idul adha, sebagai persiapan praktis santriwati sebelum terjun mengabdi di tengah masyarakat.
Pelaksanaan khitobah syahriah merupakan bagian dari kurikulum ekstrakurikuler wajib untuk melatih keberanian, kepemimpinan, dan kemandirian para santriwati. Seluruh jalannya acara dikelola secara mandiri oleh perwakilan santri yang didelegasikan dari tiap-tiap daerah (blok asrama) yang mendapatkan giliran bertugas.
Secara keseluruhan, susunan acara dirancang terstruktur layaknya majelis keagamaan masyarakat. Kegiatan di pandu oleh MC, pembukaan diisi pembacaan tawasul, kemudian dilanjutkan tartilul Qur'an, pembacaan kitab Al-Barzanji, sambutan kepala daerah bertugas, sesi khitobah dan ulasan, hingga doa penutup.
Pada sesi inti, penyampaian khitobah dilakukan dalam dua versi bahasa, yaitu bahasa Indonesia untuk melatih tutur kata formal akademis dan bahasa Madura guna memperkuat penguasaan tata bahasa daerah (unggah-ungguh) saat berinteraksi dengan masyarakat lokal kelak.
Uniknya, seusai penyampaian masing-masing khitobah, terdapat peran pengistinbath yang menunjuk mustanbitoh untuk mengulas serta menyimpulkan poin-poin utama materi pidato. Langkah ini diterapkan guna memastikan audiens memahami isi dakwah secara kritis dan mendalam.
Khusus pada pelaksanaan khitobah peringatan Maulid Nabi yang bertepatan dengan jadwal liburan semester pesantren, agenda ini dilengkapi dengan pengarahan khusus dari pengasuh. Dalam sambutannya, pengasuh menegaskan pentingnya menjaga almamater serta nama baik Pesantren Al Falah Sumber Gayam selama para santriwati berada di kampung halaman.
"Jaga selalu almamater serta nama baik Pesantren Al Falah Sumber Gayam selama kalian berada di kampung halaman," tegas Pengasuh.
Beliau menginstruksikan agar setibanya di rumah, setiap santri mendahului untuk bersalaman dan bersilaturahmi kepada orang tua, sanak keluarga, hingga tetangga sekitar sebagai wujud penerapan akhlakul karimah.
"Seluruh rutinitas ibadah, kedisiplinan, dan kebiasaan positif yang telah ditanamkan selama tinggal di pesantren juga harus tetap dijalankan secara istiqomah," imbaunya.
Rangkaian acara kemudian diakhiri dengan sesi evaluasi menyeluruh oleh perwakilan pengurus putri untuk menilai performa petugas dan memberikan masukan konstruktif demi peningkatan kualitas khitobah pada periode selanjutnya.
Penulis: Shofiatul Fuadah